Tuesday, November 28, 2006

Investor lokal kurang minati Pasar Modal

Perkembangan pasar modal dan membaiknya kondisi perekonomian indonesia ternyata tidak membuat investor lokal mau untuk berinvestasi di pasar modal. Hal ini didasarkan pada data yang dikeluarkan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yaitu sebesar 0,6 juta investor atau 0,2 pesen dari jumlah keseluruhan penduduk indonesia, “ Dibandingkan negara lain, indonesia masih kecil ,” ujar Gontor, perwakilan dari Bapepam.

Menurut Gontor, hal yang membuat para investor lokal kurang berminat untuk berinvestasi dipasar modal adalah masih adanya kecenderungan untuk menyimpan uangnya di bank ketimbang berinvestasi di pasar modal, “Masyarakat juga kurang mengenal dunia pasar modal,” tambahnya.

Gontor juga menambahkan bahwa kuatnya perekonomian sebuah negara dapat dilihat dari kuatnya pasar modal yang ada, apabila pasar modal tersebut ambruk maka perekonomian pun akan ambruk, “ Contohnya waktu indonesia krisis ekonomi,” ujarnya.

Sementara Yoyo, perwakilan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) menambahkan bahwa berinvestasi di pasar modal memiliki beberapa keunggulan ketimbang menabung di bank, seperti likuiditas, transaparansi, dividen, capital gain, dan varitif, “kita dapat memperoleh capital gain yang besar,” ujarnya.

Yoyo juga menambahkan bahwa untuk mendapatkan capital gain atau keuntungan yang besar tersebut, harus dibedakan antara berinvestasi atau spekulasi. Investasi merupakan sesuatu yang jelas dan penuh perhitungan, sementara spekulasi lebih mengandalkan peruntungan atau nasib, ”jadi gak asal asalan,” ujarnya.

Sementara Azir, perwakilan dari Bursa Efek Surabaya (BES) menjelaskan bahwa, dalam pasar modal komoditas yang diperdagangkan tidak hanya saham tetapi juga obligasi, warrant dan right issue. “kalo di BES yang diperdagangkan obligasi,” ujarnya.

Hal diatas merupakan hasil dari seminar nasional yang diadakan oleh kelompok studi paar modal (KSPM) di Hotel Marcopolo Kamis (16/11). Menurut ketua pelaksana Ahmad reza nugroho, acara yang bertema Pasar modal sebagai investasi prospektif masyarakat indonesia masa kini dan masa depan tersebut tidak dihadiri oleh pimpinan dari lembaga yang diundang seperti Bapepam, BEJ, BES, “ Tapi mereka di wakilkan,” ujarnya.[]

0 Comments:

Post a Comment

<< Home