Tuesday, September 26, 2006

Mahasiswa Idealis?

Seorang teman bilang, bahwa sekarang mahasiswa sudah tidak idealis, apatis, hedonistis, fragmatis dan cenderung kapitalis. Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi yang tiap hari bergulat dengan angka dan teori teori ekonomi. Agak susah mencerna istilah-istilah yang semuanya berakhiran is itu. Namun sekedar iseng karna acap kali diteriaki demonstran dengan istilah-istilah serba is, maka tertarik juga untuk tahu.

Dimulai dari kamus besar bahasa indonesia yang disusun Drs Kamisa, ada lima kata yang berhubugan dengan kata idealis: ide, ideal, idealis, idealisme, idealistis. Kelimanya mempunyai induk kata bernama Ide, yang artinya gagasan atau pikiran, kemudian berkembang menjadi ideal: gagasan atau pikiran yang diinginkan, lalu idealis yang lebih kepada orang yang mempunyai gagasan atau pikiran itu, dan berkembang lagi menjadi idealisme: sebuah faham filsafat yang menganggap bahwa gagasan atau pikiran yang dinginkan tersebut merupakan hal yang benar, terakhir idalistis yang lebih menekankan kepada kata sifat untuk menuju ideal atau sifat menuju yang dicita citakan.

Merujuk arti di kamus itu, kiranya sedikit janggal bila orator demontrasi atau kawan saya yang bilang bahwa “sekarang ini mahasiswa sudah tidak idealis.” Karna jika demikian arti pernyataan itu adalah: “sekarang ini mahasiswa sudah bukan orang yang memiliki gagasan dan pikiran. Atau bisa di artikan mahasiswa sekarang sudah tidak punya cita cita yang dinginkan.” Pertanyaan kemudian, benarkah demikian?

Setiap manusia pasti punya ide (gagasan atau pikiran) dan pasti Ide itu suatu hal yang di cita citakan (Ideal). Pun halnya dengan mahasiswa, sebagai manusia yang telah diberi kesempatan untuk belajar diperguruan tinggi tentunya mahasiswa mempunyai cita cita yang diinginkan atau gagasan dan pikiran.

Gagasan dan cita cita tersebut bisa sangat beragam bentuknya, salah satu contohnya adalah bila kita mengikuti misi yang dibuat oleh universitas, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan mempunyai indeks prestasi akademik yang sesuai standar. Hal ini akan sama kiranya bila kita bertanya pada orang tua kita, orang tua pasti akan mengharapkan anaknya dapat lulus cepat dan kemudian bisa bekerja dengan gaji yang cukup. Tentu akan beragam hasilnya jika, setiap kepala mahasiswa di beri pertanyaan itu. Ada mahasiswa yang kuliah karena ingin bekerja dengan gaji yang layak, ada yang sekedar menuruti kemauan orang tua, ada yang ingin sekedar mencari tempat nongkrong saja dan lain sebagainya.

Artinya, orator demonstrasi dan kawan yang mengugat banyaknya mahasiswa yang tidak idealis. Berarti sedang menyempitkan makna kata idealis itu sendiri. Karna tidak setiap mahasiswa langsung setuju dengan makna idealis versi kawan saya dan orator demontrasi itu.

Penyempitan makna inilah yang kemudian memunculkan faksi faksi dikalangan mahasiswa, dan kemudian muncul istilah, mahasiswa idealis dan mahasiswa hedonis. Faksi faksi ini kemudian saling menjatuhkan satu sama lainnya dan saling acuh tak acuh.

Contohnya ketika Pemira tahun lalu, beberapa gubernur fakultas dan Presiden BEM terpilh secara aklamasi. Kalangan yang menyebut dirinya idealis mengklim bahwa penyebab adanya aklamasi adalah karena mahasiswa telah kehilangan jati dirinya sebagai social control dan agent of change. Sedangkan di kafe kampus atau di pojok gedung kuliah, model rambut dan gaya berbusana terkini menjadi topik obrolan.

Terlepas dari konflik yang terjadi, menurut saya tak perlu ada sebutan sebutan seperti mahasiswa idealis dan lain sebagainya karena ukuran idealis atau ideal berbeda antar satu orang dengan orang yang lainya, ideal menurut saya belum tentu ideal menurut teman saya.

Akan tetapi yang terpenting menurut saya tentang kata idealis adalah konsistensi, sejauh mana orang atau mahasiswa tersebut konsisiten dengan gagasannnya yang dianggapnya benar. Bila seorang mahasiswa menggangap bahwa berorganisasi, atau aktif dalam memperjuangkan nasib rakyat tanpa pamrih itu dianggapnya benar atau ideal maka ia akan melakukan hal tersebut sepenuh hati tanpa harus berbuah tujuannya walaupun banyak hal yang memaksanya untuk berbuah. Dan bila seorang mahasiswa menganggap bahwa gaya hidup konsumtif, dan hedon itu sesuai dengan gagasan dan ideal menurut dia, kita tak perlu mencap dia tidak idealis karena sekali lagi ideal menurut kita belum tentu ideal menurut orang lain. []

3 Comments:

  • At 7:58 AM, Blogger human error said…

    benar juga ketika kita beranggapan bahwa ideal tiap-tiap yang dimiliki seseorang adalah berbeda, tetapi berangkat dari pengertian bahwa ideal adalah gagasan yang diinginkan, ide, atau apapun itu bahwa ideal-nya manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain atau sekitarnya. sejatinya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu saling menggantungkan dengan orang lain.
    ketika dikatakan ideal adalah orang yang konsisten terhadap gagasannya sangatlah tepat, namun lebih tepat ketika kita sebagai manusia memiliki gagasan yang teraplikasi dalam praktik yang sifatnya kontributif dengan nilai-nilai kemanusiaan pada lingkungannya. karena, manusia ataupun kelompok mahasiswa dalam konteks ini tentunya memiliki tanggung jawab sosial. inilah makna idealis sesungguhnya.
    jadi, idealisme bukan anggapan dari tiap masing-masing orang karena ideal adalah kebenaran yang dapat diuji secara obyektif, bukan subyektif.

     
  • At 3:50 PM, Blogger rizal said…

    Memang bebar,untuk sekarang mahasiswa sudah tidak idealis lagi, arti nya mereka tidak memiliki gagasan untuk cita-cita nya,,,,
    yang menjadi pertanyaan adalah,,,
    kalau mahasiswa sudah tidak idealis lagi,,dan tidak memiliki gagasan,,
    apa yn ada dalam pikiran seorang mahasiswa sekarang ????

     
  • At 3:25 PM, Blogger aku suka said…

    yang ada hanyalah bagaimana mereka (kuliah pulang)2 dan menjalani hidup dengan tempo yang datar, sehingga apapun yang mereka lakukan hanyalah spontanitas tanpa alur pemikiran yang mendasarinya, yang penting lulus dan bisa kerja. itu kebanyakan mahasiswa zaman sekarang yang orientasinya "sarjana" dan dapat uang.

     

Post a Comment

<< Home